Notulensi

Notulen Workshop KK Teknologi Bandung – 10 November 2016

By November 23, 2016 No Comments
  1. Presentasi Pertama oleh Pak Permana: Inisiasi Pengembangan Research Group “Mass Production”

Poin-poin penting

Isu: Kayu sebagai sustainable material melalui engineered wood, kayu yang bisa tumbuh dalam waktu cepat tidak tumbuh di semua negara. Yang prospektif Cuma Brasil, India, Indonesia. Indonesia lebih memungkinkan karena kondisinya yang kepulauan membuat pusat produksi kayu engineered dekat dengan pelabuhan.

  • Desain (innovative modular system design)
  • Conctruction (sangat mengandalkan kemampuan prefabrikasi, efficiency, robotics)
  • Proses produksi(3d printing)
  • Lingkungan sustainable & green design)
  • Standar bangunan (standar-standar bagi komponen-komponen bangunan berbasis kayu olahan)

Dari isu-isu tersebut dibuatlah roadmap (sesuai slide presentasi).

  1. Tahun pertama: basic research

Bagaimana kita bisa medriset sedetail mungkin terhadap material berbasis engineered wood yang kita punya. Metode dan manajaemen konstruksi;

  1. Tahun kedua: pengembangan
  2. Tahun ketiga: implementasi

Industrialisasi dari produk engineered wood kita.

Contoh-contoh riset/proyek desain yang mungkin bisa dikembangkan dari produk engineered wood yang kita punya.

  1. Tesis dari Fajar, mahasiswa magister alur desain.
  2. Riset KK-TB tentang bangunan knock-down untuk shelter sementara pasca bencana.
  3. On-going research: material kayu modular, sedang proses paten ke HAKI. Masih membutuhkan riset lebih lanjut. Sementara modul yang sekarang ada masih terbatas pada bangunan yang rectangular atau kotak, belum bisa yang melengkung. Sedang menuju industrialisasi.
  4. Contoh-contoh tesis yang relevan, dan beberapa kerja sama yang sudah dijalankan terkait produk kayu modular pada poin 3.

 

Tanya jawab:

  • Asep (Alur desain 2016): Proteksi kebakaran terhadap modul ini gimana?

Jawab: Sudah ada riset terdahulu tentang fire protection dari kayu. Salah satunya Fire Safety Challenges Tall Wood Buildings. Jadi sebenarnya sudah ada solusinya.

Kalau ada yang mau riset juga boleh, karena kita belum sampai ke sana.

  • Pak Suryamanto: Untuk seminar habitechno kan Technology for People, bagaimana teknologi konstruksi Pak Permana ini terkait dengan fislosfi “pro poor” atau “pro masyarakat” dengan ke depannya ini akan machine-based.

Jawab: Utk sekarang teknologi ini masih dikerjakan oleh workshop oleh tenaga kerja di sekitar tempat tinggal. Jadi masih memberdayakan. Tapi memang kedepannya kita perlu memikirkan tentang hal ini. Karena mau tidak mau kedepannya harus robotized. Karena kebutuhan rumah di Indonesia juga tinggi. Nah, untuk pembangunan rumah2 susun yg membantu program pemerintah ini, konsep teknologi for poor ini tentu terpakai. Tapi klo untuk yang high-rise  mungkin tetap kan menyasar kalangan menengah ke atas. Jadi nanti aka nada diversifikasi.

Tambahan Informasi dari Pak Donny: di Jepang ada peraturan untuk rumah 2 lantai tidak boleh pakai beton, harus pakai kayu. Manajemen kayu di Jepang sangat baik. Dan engineered wood ini adalah teknologi konstruksi masa depan. Tapi sebelum ke arah sana, perlu ada industri2 kayu yang bagus dan didudukung oleh pemerintah.

 

  1. Presentasi Kedua oleh Pak Donny Koerniawan: Urban Science, Sustainable Architecture and Urban.

Dimulai dari Urban Morphology. Urban Morphology itu juga harus di-approach dengan sains.

Cahaya matahari bisa jadi menguntungkan sekaligus merugikan bagi kota. Eropa sudah meriset dampak matahari ini bagi suatu kota, dalam rangka menciptakan kota yang lebih livable, walkable. Isu ini adalah salah satu bagian dari urban science. Selain itu ada istilah Urban Energy Balance, yang jika tidak dikendalikan bisa menaikkan suhu kota.

Komponen2 dalam urban energy balance: radiation, albedo, building surface, incoming and outgoing longwave, sub surface.

Jika kita hanya fokus pada green building, sulit untuk mengatasi permasalahan urban energy balance. Kita harus luaskan kajiannya menjadi green neighborhood atau green community.

Isu lain adalah Urban Heat Island.

Bangunan melepas panas pada malam hari. Dan makin terakumulasi dari hari ke hari. Hal ini dapat menaikkan suhu kota.

Untuk mengatasi isu-isu tersebut, bisa banyak peluang riset yang bisa dikembangkan. Misalnya: urban skyview factor, ventilated city, urban vegetation.

Contoh-contoh dan peluang riset:

  1. Integrated design process: Building Envelope, Building efficiency, technology efficiency, building service efficiency. Bisa diterjemahkan ke daylighting, daylighting control, high-performance façade.
  2. Contoh riset Pak Donny di Jepang tentang kawasan MBR di Jepang.
  3. Contoh riset untuk taman-taman di Jakarta.
  4. Riset environmental characteristic of Mega Kuningan, serta usulan-usulan untuk membuat mega kuningan yang lebih nyaman.
  5. Riset ventilasi pada rumah-rumah tradisional.
  6. Yang akan dikembangkan, cooled façade dan shaded façade.
  7. Kerja sama dengan Beijing, Kitakyushu, dan Jakarta untuk riset tentang kota.

 

Tanya Jawab:

Alfa (Alur riset): Akan lebih menarik jika kita bisa melihat perilaku manusia terhadap kondisi temperature lingkungannya.

Jawab: Iya itu bisa sudah saya lakukan dengan kalau lama2 di outdoor dengan kondisi di, misalnya, Mega kuningan. Cuma kuat 1 jam berada di luar. Jarak jalan kaki yang masih nyaman juga menurun dari data tahun 2005-2013.

 

Mariska: Membaca suatu kota dari simulasi berarti kan sama dengan membaca dari atas. Kenapa memilih tengah kota? Kenapa ga mengkaji ke peri-urban atau daerah pinggiran kota.

Jawab: Saya pernah riset yang mungkin serupa dengan yang Mariska maksud. Tapi saya tidak melanjutkan penelitian tersebut. Karena waktu mau saya ambil sebagai topik disertasi, kata profesornya jangan, karena nanti akan terlalu tebal, fokus saja ke satu kota.

Di riset saya yang tentang megakuningan pun sebenarnya sedikit menyinggung tentang kampung kota.

Tapi, riset tentang periferi ini tentu sangat bisa dikembangkan.

Bagaimanapun, poin saya adalah bagaimana arsitek bisa care terhadap kenyamanan di lingkungan luar bangunan.

admin

Author admin

More posts by admin

Leave a Reply